Selasa, 30 September 2025
Oleh : Azhari Gema
Pada ulang tahun ke-30 PlayStation, Sony Interactive Entertainment resmi mengumumkan kolaborasi bersama Reebok untuk menghadirkan koleksi sneaker edisi terbatas yang memadukan elemen gaming retro dan gaya jalanan modern.
Kolaborasi ini akan dirilis pada bulan Oktober 2025, dengan tiga model sneaker yang masing-masing mewakili wilayah peluncuran awal PlayStation: InstaPump Fury 94 untuk Jepang, Pump Omni Zone II untuk Amerika Serikat, dan Workout Plus untuk Inggris.
Semua model sneaker memakai palet warna abu-abu khas konsol PlayStation generasi awal, serta detail nostalgia seperti logo PlayStation, elemen tombol (segitiga, lingkaran, silang, kotak), hingga tanggal peluncuran tersembunyi pada bagian dalam sepatu.
Contohnya, InstaPump Fury 94 hadir dengan "pump ball" yang menampilkan tulisan Press Play, dan label lidah sepatu yang menyerupai kartu memori yang menghubungkan elemen-elemen ikonik dari era PlayStation klasik.
Sementara itu, model Pump Omni Zone II untuk AS akan menyertakan dua pilihan tali, pompa khusus dengan warna PlayStation, dan grafis tersembunyi tanggal peluncuran 9 September 1995 di dalamnya.
Model Workout Plus untuk Inggris dilengkapi tali ganda, fitur "lace lock" kabel yang bisa dilepas, serta desain tali dalam yang memberikan kenyamanan tambahan. Tanggal peluncuran 29 September 1995 juga dicantumkan secara tersembunyi.
Rilisan ini bersifat sangat terbatas dan akan diluncurkan melalui retailer khusus di masing-masing wilayah (Jepang, AS, Inggris). Para penggemar bisa mencoba ikut sistem undian (raffle) untuk mendapatkan kesempatan membeli.
Harga ritel juga sudah diumumkan untuk beberapa versi: ¥37,000 JPY untuk InstaPump Fury 94, US$ 220 untuk Pump Omni Zone II, dan £150 GBP untuk Workout Plus.
Bagi penggemar PlayStation dan sneaker culture, kolaborasi ini bukan sekadar barang fashion melainkan wujud apresiasi terhadap warisan gaming yang menginspirasi generasi demi generasi.
Artinya, desain dan nostalgia dipadu agar sepatu ini tidak hanya bisa dipakai, tetapi juga menjadi koleksi yang bermakna. Apakah kolektor di Indonesia akan bisa mendapatkannya melalui import atau retailer tertentu ? Itu masih menjadi pertanyaan yang menarik untuk diikuti.