Website UMKM di 2026: Masih Perlu atau Cukup Jualan di Marketplace?

Sabtu, 13 Juni 2026

Oleh : Azhari Gema

Website UMKM di 2026: Masih Perlu atau Cukup Jualan di Marketplace?


Bayangkan sebuah kondisi di mana bisnis Anda bisa mendapatkan jutaan pengunjung dari marketplace, namun pelanggan tetap memilih bertransaksi langsung melalui website Anda. Dengan dukungan hosting murah, hal ini bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan strategi yang sudah banyak diterapkan oleh UMKM yang ingin berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.

Di era digital 2026, pelaku UMKM dihadapkan pada dua pilihan utama: fokus berjualan di marketplace atau mulai membangun website sendiri. Faktanya, keduanya bukan untuk dipilih salah satu, melainkan dikombinasikan secara strategis. Marketplace memang menawarkan kemudahan akses ke pasar yang luas, tetapi website memberikan kontrol penuh terhadap bisnis Anda.

Perlunya Berjualan di Website dan Marketplace untuk UMKM

Marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada memang menghadirkan peluang besar karena basis pengguna yang sangat besar. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti potongan komisi di setiap transaksi, persaingan harga yang ketat, serta keterbatasan dalam mengelola data pelanggan. 

Di sisi lain, website pribadi mampu memberikan kebebasan dalam menentukan strategi penjualan, membangun citra brand, hingga menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Lalu mengapa di tahun 2026 UMKM masih perlu memiliki website sekaligus tetap aktif di marketplace? 

1. Memaksimalkan Jangkauan Pasar

Marketplace adalah tempat berkumpulnya jutaan calon pembeli aktif setiap hari. Ini menjadi peluang besar untuk menarik pelanggan baru dengan cepat. Sementara itu, website berfungsi sebagai “rumah digital” yang bisa menampung dan mengonversi pengunjung menjadi pelanggan tetap. Kombinasi ini membuat jangkauan bisnis Anda jauh lebih luas.

2. Meningkatkan Keuntungan Tanpa Komisi

Setiap transaksi di marketplace biasanya dikenakan biaya layanan atau komisi. Jika pelanggan diarahkan untuk melakukan pembelian ulang melalui website, Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih maksimal karena tidak ada potongan dari platform pihak ketiga.

3. Membangun Brand yang Lebih Kuat

Di marketplace, toko Anda hanya salah satu dari ribuan penjual lainnya. Sulit untuk benar-benar menonjol. Berbeda dengan website, Anda bisa membangun identitas brand secara utuh, mulai dari desain, storytelling, hingga pengalaman pengguna yang lebih personal dan profesional.

4. Menguasai Data Pelanggan

Marketplace tidak memberikan akses penuh terhadap data pelanggan. Padahal, data ini sangat penting untuk strategi pemasaran jangka panjang. Dengan website, Anda bisa mengumpulkan data seperti email atau nomor WhatsApp untuk melakukan promosi ulang, memberikan penawaran khusus, hingga membangun loyalitas pelanggan.

5. Fleksibilitas Ekspansi Bisnis

Website memudahkan Anda untuk mengembangkan bisnis ke berbagai channel lain seperti Instagram Shop, WhatsApp Catalog, atau bahkan aplikasi sendiri. Semua bisa terintegrasi dengan lebih rapi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada satu platform marketplace.

Ketika strategi-strategi tersebut digabungkan, hasilnya bisa sangat signifikan. Banyak pelaku UMKM yang mengalami peningkatan penjualan hingga dua atau tiga kali lipat karena mampu menggabungkan traffic dari marketplace dengan pembelian ulang melalui website. Selain itu, penggunaan tools otomatis juga membantu mengurangi pekerjaan manual, seperti pengelolaan stok dan pesanan, sehingga operasional menjadi lebih efisien.

Cara UMKM Berjualan di Website dan Marketplace

Untuk memulai, Anda tidak perlu khawatir soal teknis. Saat ini sudah banyak cara praktis untuk membangun website tanpa harus menguasai coding. Platform seperti WordPress dengan WooCommerce dan Elementor bisa menjadi pilihan karena fleksibel, mudah digunakan, dan ramah SEO. Namun, jika ingin hasil yang lebih cepat dan profesional, Anda juga bisa menggunakan jasa pembuatan website yang sudah berpengalaman.

Langkah selanjutnya adalah membuka toko di marketplace utama. Prosesnya relatif cepat dan gratis, sehingga Anda bisa langsung mulai berjualan. Setelah itu, gunakan tools integrasi untuk menyatukan pengelolaan marketplace dan website dalam satu sistem agar lebih efisien. Jangan lupa untuk cantumkan link website di deskripsi toko marketplace Anda, dan sebaliknya arahkan pengunjung website untuk melihat produk Anda di marketplace. 

Kesimpulan

Pada akhirnya, kunci sukses UMKM di tahun 2026 bukan terletak pada memilih antara marketplace atau website, tetapi bagaimana memanfaatkan keduanya secara optimal. Marketplace berperan sebagai mesin untuk menarik pelanggan baru, sementara website menjadi aset digital yang menjaga loyalitas mereka.

Jika Anda ingin bisnis bertahan dan berkembang dalam jangka panjang, memiliki website bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa menikmati pertumbuhan yang lebih stabil sekaligus memiliki kontrol penuh atas bisnis Anda sendiri, terutama jika didukung oleh infrastruktur yang andal seperti menggunakan layanan terpercaya dan berkualitas dari DomaiNesia.


Ayo Gabung Channel Telegram kita berisi link file download terupdate : Gabung Channel Azhari Gema Archive