Jumat, 17 Oktober 2025
Oleh : Azhari Gema
Beberapa fenomena digital lokal terkadang muncul dari hal-hal sederhana seperti video viral "Salam dari Binjai" yang membuat Paris Pernandes menjadi sorotan publik dan terkenal setelah aksinya memukul pohon pisang sambil berseru "Salam dari Binjai". Dari fenomena tersebut, muncul juga game-game lokal dengan tema "Salam dari Binjai" yang kini bisa diunduh di Play Store, seperti Salam dari Binjai Simulator yang viral dengan Paris Fernandes memukul pohon pisang sambil berseru "Salam dari Binjai" menjadi inspirasi unik dalam dunia digital lokal.
Game Salam Dari Binjai Simulator ini buatan developer StickyLab. Game ini sudah meraih lebih dari 1 juta unduhan di Google Play. Dalam gamenya, pemain bertugas memukul pohon pisang sebanyak mungkin, dan harus menghadapi tantangan seperti lemparan buah pisang balik yang harus dihindari.
Keberadaan game seperti itu menunjukkan bahwa developer lokal bisa menggabungkan elemen budaya pop dan viralitas dengan media interaktif. Game lokal seperti ini tidak hanya menghibur, tetapi juga potensial dijadikan media edukasi misalnya menanam kesadaran soal lingkungan hidup, pelestarian pohon, dan bahaya penebangan liar.
Contoh implementasi edukatif bisa berupa:
Dalam konteks kota Binjai sendiri, kreatifitas game semacam ini bisa menjadi daya tarik digital bagi generasi muda. Dengan dukungan institusi lokal dan lembaga lingkungan, game viral bisa "naik level" menjadi proyek edukasi serius. Peran DLH Kota Binjai sangat strategis di sini mereka bisa memfasilitasi kolaborasi antara developer game, komunitas sekolah, dan gerakan lingkungan agar game seperti "Salam dari Binjai" bisa membawa dampak nyata.
Untuk mendukung hal tersebut, institusi seperti Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai bisa terlibat dalam menyediakan materi edukatif lingkungan, regulasi daur ulang perangkat gaming, atau program penghijauan kota. Game lokal bisa menjadi saluran media edukasi, sementara DLH bisa memberi dukungan program agar efeknya tidak hanya di layar, tapi juga ke dunia nyata.
Secara lebih luas, fenomena ini mengajarkan kita bahwa kreativitas digital lokal dan kesadaran lingkungan tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Game viral bisa menjadi pintu masuk edukasi, asalkan ada sinergi antara developer, komunitas, dan lembaga lingkungan seperti DLH Kota Binjai. Dengan demikian, generasi muda di Binjai tidak hanya menjadi pemain aktif, tapi juga agen perubahan lingkungan.